
Manila. aspekindonesia.com | (13 September 2026) Masa depan pekerja sektor kesehatan dan layanan perawatan menjadi perhatian utama dalam 1st UNI Apro Care Steering Committee Meeting yang digelar di Manila, Filipina, pada 13–14 September 2026.
Forum yang mempertemukan serikat pekerja dan afiliasi UNI Apro dari kawasan Asia-Pasifik tersebut membahas sejumlah tantangan besar yang dihadapi pekerja sektor care, mulai dari penguatan hak dan perlindungan tenaga kerja, pengorganisasian pekerja, perundingan bersama, hingga perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi.
Dari ASPEK Indonesia mengirim Ketua Sektor Kesehatan dan Farmasi, Hengky Suryo Winoto, ke forum pekerja sektor kesehatan dan layanan perawatan tingkat Asia-Pasifik.

Hengky ditugaskan menghadiri 1st UNI Apro Care Steering Committee Meeting, forum perdana yang akan membahas masa depan pekerja sektor care, mulai dari perlindungan tenaga kerja, perundingan bersama, pekerja migran hingga dampak kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi terhadap layanan kesehatan dan perawatan.
Pertemuan ini menjadi forum perdana UNI Apro Care Steering Committee untuk memperkuat kerja sama regional, koordinasi, dan aksi kolektif dalam memperjuangkan kepentingan pekerja sektor perawatan di kawasan Asia dan Pasifik.
Salah satu agenda utama yang mendapat perhatian adalah perkembangan sektor layanan bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas. Forum membahas peluang pengorganisasian pekerja di sektor tersebut sekaligus tantangan yang muncul seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan perawatan.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam agenda forum.
Transformasi teknologi di sektor kesehatan dan layanan perawatan membawa perubahan terhadap pola kerja, kebutuhan keterampilan, serta cara pelayanan diberikan. Karena itu, isu teknologi ditempatkan sebagai salah satu pembahasan strategis dalam forum pekerja Asia-Pasifik.
Selain teknologi, peserta juga mendapatkan laporan mengenai perkembangan sektor care di tingkat regional dan global. Pembahasan tersebut menjadi dasar untuk melihat persoalan pekerja secara lebih luas dan menentukan agenda perjuangan bersama di kawasan.
Filipina sebagai negara tuan rumah turut menjadi sorotan melalui agenda khusus mengenai pengorganisasian pekerja.

Pada hari kedua, pembahasan forum diarahkan pada isu yang lebih dekat dengan hubungan industrial, yakni collective bargaining atau perundingan bersama.
Perwakilan afiliasi dijadwalkan berbagi pengalaman mengenai praktik perundingan bersama di masing-masing negara. Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas serikat pekerja dalam memperjuangkan kondisi kerja dan hak anggotanya.
Isu pekerja migran di sektor kesehatan dan layanan perawatan juga menjadi agenda penting. Mobilitas tenaga kerja lintas negara membuat perlindungan pekerja migran menjadi persoalan yang membutuhkan koordinasi dan kerja sama antarserikat di kawasan.
Forum turut membahas pengorganisasian community health workers (CHW) di Asia Selatan. Agenda ini memperluas perhatian forum terhadap pekerja yang berada di garis depan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Seluruh rangkaian pembahasan kemudian diarahkan pada penyusunan UNI APRO Care Regional Plan 2026–2027.
Rencana regional tersebut menjadi instrumen untuk menyelaraskan prioritas organisasi, memperkuat koordinasi antarafiliasi, serta mendorong langkah bersama dalam menghadapi persoalan pekerja sektor care.
Forum juga menjadi bagian dari upaya menjalankan Strategic Action Plan 2025–2029, dengan penekanan pada pekerjaan layak, dialog sosial, serta peningkatan hak dan perlindungan bagi pekerja sektor perawatan.
Dengan semakin kompleksnya tantangan sektor kesehatan dan layanan perawatan -dari perubahan teknologi hingga mobilitas tenaga kerja – forum UNI Apro Care menempatkan penguatan organisasi pekerja dan kerja sama lintas negara sebagai agenda penting di kawasan Asia-Pasifik.
Bagi ASPEK Indonesia, keikutsertaan Hengky menjadi bagian dari keterlibatan organisasi dalam percakapan regional mengenai arah perubahan sektor kesehatan dan layanan perawatan.
Pertemuan di Manila diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat gerakan pekerja sektor care sekaligus mendorong agenda perlindungan tenaga kerja yang lebih kuat di tengah perubahan cepat dunia kerja.(TM/RS)