UA Zensen Jepang Tegaskan Dukungan Untuk ASPEK Indonesia Dalam Memperkuat Hubungan Industrial

Jakarta, aspekindonesia.com | (4 Februari 2026) Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) kembali mendapatkan dukungan dari organisasi serikat pekerja terbesar Jepang, UA ZENSEN, untuk memperkuat hubungan industrial di Indonesia melalui peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.

 

Komitmen dukungan UA ZENSEN disampaikan oleh Bro Katsutoshi Matano, Central Executive Standing Committee Member & Director International Affairs Bureau UA ZENSEN, dalam sambutan pembukaan Seminar Nasional “Tantangan Industri Dalam Mewujudkan Hubungan Industrial yang Harmonis dan Adil di Sektor Perdagangan dan Ritel Indonesia; Membangun Hubungan Industrial Transformatif, Mewujudkan Produktivitas dan Kesejahteraan Pekerja”, yang diselenggarakan pada Rabu, 4 Februari 2026, di Hotel Balairung Jakarta.

 

Seminar Nasional ASPEK Indonesia ini diselenggarakan atas dukungan UA ZENSEN dan UNI APRO untuk memperkuat serikat pekerja sektor perdagangan dan retail di Indonesia.

 

UA ZENSEN adalah Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Kimia, Makanan, Perdagangan, Jasa, dan Umum Jepang, yang merupakan serikat pekerja industri terbesar di Jepang, mewakili 1,94 juta anggota dari 2.178 afiliasi (data per September 2025).

 

Sedangkan UNI Global Union adalah federasi serikat pekerja internasional di sektor jasa yang mewakili lebih dari 20 juta pekerja sektor jasa global, dimana ASPEK Indonesia menjadi afiliasi dari UNI Global Union.

 

Bro Katsutoshi Matano, yang hadir bersama Bro. Norifumi Sagae, Executive Committee Member, Commerce Division, UA ZENSEN, menyampaikan rasa hormat atas upaya berdedikasi anggota ASPEK Indonesia, di bawah kepemimpinan yang kuat dari Presiden ASPEK Indonesia, Bro Muhamad Rusdi, dalam mengorganisir dan memperkuat serikat pekerja di ASPEK Indonesia.

 

“Saya percaya bahwa penguatan serikat pekerja di seluruh kawasan Asia-Pasifik tidak hanya menguntungkan para pekerja di sini tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi perdamaian dan demokrasi”, tegas Bro Katsutoshi Matano.

 

Dalam sambutannya, Bro Katsutoshi Matano juga mengungkapkan pengalaman dan kegembiraannya, saat sehari sebelumnya mengunjungi PT United Tractors dan berdiskusi dengan manajemen PT United Tractors dan pengurus Serikat Pekerja PT United Tractors.

“Kami sangat gembira mengetahui bahwa mereka berupaya untuk pengembangan perusahaan dan peningkatan kondisi kerja bagi pekerja melalui kerja sama dalam peningkatan produktivitas”, ungkap Bro Katsutoshi Matano.

 

Bro Katsutoshi Matano juga berbagi pengalamannya berserikat di Jepang. Ia menyadari bahwa ‘hubungan kemitraan antara pekerja dan manajemen’ atau ‘hubungan pekerja dan manajemen yang konstruktif’ yang menjadi dasar ‘sistem konsultasi hubungan pekerja dan manajemen’ telah dikritik di Jepang sebagai “serikat pekerja kuning”. Namun, Bro Katsutoshi Matano mengungkapkan bahwa kritik itu tidak benar.

Setelah berakhirnya Perang Pasifik pada tahun 1945, Jepang memulai pembangunan kembali negara yang hancur lebur akibat konflik tersebut. Namun, meskipun serikat pekerja didirikan secara berturut-turut, perselisihan industri sering terjadi di seluruh negeri. Karena khawatir rekonstruksi paska perang akan terdampak dan terhenti, kemudian Pemerintah, bersama asosiasi bisnis dan serikat pekerja, secara tripartit menegaskan ‘Tiga Prinsip Produktivitas’ melalui dialog sosial pada tahun 1955. ‘Sistem Konsultasi Pekerja dan Manajemen’ didirikan berdasarkan ‘Tiga Prinsip Produktivitas’ ini dan dikatakan telah menopang periode pertumbuhan ekonomi tinggi Jepang selanjutnya. Tidak seperti perundingan kolektif, ‘Sistem Konsultasi Pekerja dan Manajemen’ tidak dikodifikasi dalam undang-undang. Ini adalah sistem dialog pekerja dan manajemen yang dibentuk secara sukarela melalui diskusi antara pekerja dan manajemen perusahaan.

 

Dalam penutupan sambutannya, Bro Katsutoshi Matano juga menyampaikan rasa hormat atas fakta bahwa pekerja dan manajemen di Indonesia, negara terkemuka ASEAN, telah menunjukkan minat pada tema peningkatan produktivitas.(TM/SPD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*