SEKAR JICT Perkuat Hubungan dengan KBRI Sri Lanka: Buka Peluang Kolaborasi

Colombo – Sri Lanka, aspekindonesia.com | (28 Agustus 2026) Delegasi ASPEK Indonesia SEKAR JICT (Serikat Karyawan Jakarta International Container Terminal), Suwandi selaku Ketua Umum SEKAR JICT, Taufik Akhsan Pranoto selaku Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi, Rudy Fahamsyah Selaku Wasekjend, Amarullah selaku Humas dan media melakukan kunjungan silaturahmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Colombo, Sri Lanka, Jumat (28/8). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Fiki Oktanio selaku Minister Counsellor dan Lutfi Andaru selaku Staf Fungsi Pensosbud. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian keikutsertaan delegasi dalam Asia Pacific Post and Logistics Conference 2026 yang berlangsung di Hotel Hilton Colombo.

Dalam konferensi tersebut SEKAR JICT memanfaatkan momentum pertemuan internasional untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, serta membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sektor pos, logistik, dan kepelabuhanan di kawasan Asia Pasifik.

Kunjungan ke KBRI Sri Lanka berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi ASPEK Indonesia dan SEKAR JICT untuk memperkenalkan organisasi serta peran pekerja sektor kepelabuhanan Indonesia kepada jajaran KBRI Sri Lanka.

Lebih dari sekadar kunjungan silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi ruang dialog untuk membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan masa depan sektor kepelabuhanan dan logistik. Diskusi mencakup isu ketenagakerjaan, perkembangan teknologi, peningkatan kompetensi dan pelatihan sumber daya manusia, pemanfaatan sumber daya alam, hingga peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

Belajar dari Pengelolaan Komoditas Kelapa Sri Lanka

Salah satu informasi menarik yang disampaikan dalam pertemuan adalah mengenai pengelolaan komoditas kelapa, yang menjadi salah satu komoditas penting Sri Lanka.

Menurut penjelasan KBRI, pengelolaan sektor kelapa dilakukan secara terstruktur melalui tiga fungsi utama, yaitu penelitian, pengelolaan, dan pemasaran. Ketiga fungsi tersebut membentuk sebuah ekosistem yang saling terhubung dari sektor hulu hingga hilir.

Pengalaman tersebut dinilai memberikan perspektif penting mengenai bagaimana pengelolaan komoditas dan sumber daya dapat dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengembangan pengetahuan dan teknologi, pengelolaan produksi, hingga penguatan akses pasar.

Pertukaran informasi semacam ini menjadi penting bagi Indonesia, terutama dalam melihat berbagai praktik dan pengalaman negara lain yang berpotensi dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik nasional.

Membuka Ruang Kolaborasi Kepelabuhanan

Dalam pertemuan tersebut, KBRI Sri Lanka juga menyampaikan agar komunikasi yang telah terbangun dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih berkelanjutan berupa pertemuan secara langsung ataupun tidak langsung atas representasi pekerja Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan di Sri Lanka.

Semangat yang dikedepankan adalah simbiosis mutualisme antara SEKAR JICT, dengan membuka ruang pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik, khususnya dalam bidang kepelabuhanan dan logistik.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi organisasi pekerja, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, serta pengembangan sektor maritim di kedua negara.

Bagi SEKAR JICT, pertemuan dengan KBRI Sri Lanka merupakan bagian dari komitmen untuk membawa perspektif dan suara pekerja Indonesia ke dalam ruang dialog internasional.

Ketua Umum SEKAR JICT, Suwandi, bersama delegasi menilai bahwa jejaring internasional menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi dan transformasi industri kepelabuhanan yang berlangsung cepat.

Melalui pertukaran pengalaman dengan negara-negara lain, pekerja Indonesia diharapkan tidak hanya mampu memahami perubahan yang terjadi, tetapi juga mengambil praktik-praktik terbaik yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas hubungan industrial dan lingkungan kerja di Indonesia.

Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan bahwa diplomasi pekerja dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antar masyarakat dan antarnegara. Dari Colombo, SEKAR JICT dan ASPEK Indonesia berharap terbuka lebih banyak ruang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi pekerja, sektor kepelabuhanan, serta pembangunan ekonomi Indonesia dan Sri Lanka.

Dari solidaritas pekerja, membangun jejaring internasional; dari pertukaran pengalaman, menghadirkan praktik terbaik untuk kemajuan bersama.(AMR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.