Pidato Solidaritas Mirah Sumirat di Pembukaan UNI Apro Regional Conference 2019

Nepal, aspekindonesia.com│Kamis (21/11) Setelah menyapa peserta dengan tiga bahasa, Namaste (Nepal), Good morning (Inggris) dan Assalamualaikum Wr. Wb. (Arab), Mirah Sumirat, SE, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) yang baru saja terpilih untuk kedua kalinya sebagai President UNI Apro Women’s Committee pada acara “5th UNI Apro Women’s Conference” 18-19 November 2019 di Kathmandu Nepal, mendapat kehormatan untuk memberikan pidato solidaritas dalam acara pembukaan 5th UNI Apro Regional Conference di Hotel Yak And Yeti, Kathmandu Nepal tanggal 20-22 November 2019.

Inilah transkrip pidato lengkapnya.

Yang saya hormati:

  • Brother Minao Noda, UNI Apro President
  • Brother Christopher Ng, UNI Apro Regional Secretary
  • Sister Christy Hoffman, UNI General Secretary
  • Brother Gerard Dwyer, UNI Apro Deputy President
  • Brother Shankar Lamichane, President UNI NLC Nepal
  • Brother Rajendra K Acharya, UNI Apro Assistant Regional Secretary

Semua delegasi dan peserta yang hadir di conference ini

Saat ini kita berada dalam era digitalisasi yang memiliki dampak yang besar terhadap pekerja khususnya pekerja perempuan. Perkembangan teknologi akan terus mempengaruhi model bisnis yang berimbas terhadap jenis pekerjaan serta hubungan industrial yang ada.

Banyak pekerjaan yang hilang dan hal ini tidak dapat terhindarkan. Pada saat yang sama, teknologi juga akan menciptakan lapangan kerja baru.

Serikat pekerja perlu memiliki strategi dan langkah-langkah yang tepat untuk transisi yang mulus dalam dunia kerja digital.

Diskusi di dalam UNI Apro Regional Conference kali ini merupakan hal yang sangat penting, dan ini merupakan suatu langkah besar bagi para pekerja, termasuk pekerja perempuan.

Sharing pengalaman dan ide dari para peserta yang hadir akan bermanfaat untuk memastikan transisi yang adil bagi semua pekerja.

Kita juga perlu memiliki inisiatif dalam integrasi ekonomi regional agar “no one left behind”.

Kita perlu memperjuangkan pekerjaan yang berkualitas, pekerjaan yang layak dan kesejahteraan bagi para pekerja. Dalam ekonomi global dan digital ini kita perlu memiliki suara yang kuat.

Para pekerja perlu diberikan keterampilan berkelanjutan, baik hardskill maupun softskill, serta merencanakan agar system long life learning dapat berjalan dengan baik.

Dalam mencapai tujuan ini, kita perlu melakukan dialog sosial dengan pengusaha dan Pemerintah.

Kita ingin membentuk masa depan pekerjaan, pendidikan, pelatihan, kesetaraan gender untuk menciptakan hasil yang optimal bagi masyarakat yang berkeadilan.

Tentunya kehadiran Perdana Menteri Nepal dalam pembukaan 5th UNI Apro Regional Conference, memberikan semangat dan motivasi bagi kita para pekerja dalam berjuang untuk kesejahteraan, menegakkan keadilan dan juga kesetaraan tanpa adanya diskriminasi.

Kami berharap UNI Apro Regional Conference berjalan dengan sukses dan lancar, serta memberikan hasil yang bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *