MENGECEWAKAN! DIREKSI INDOSAT LEPAS TANGGUNG JAWAB DAN MANGKIR DARI PANGGILAN KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN

Jakarta, aspekindonesia.com | Selasa (17/12/2021) Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menyatakan kekecewaannya atas sikap abai dan mangkirnya Direksi PT Indosat, Tbk dari panggilan Kementerian Ketenagakerjaan siang tadi, Jumat, 17 Desember 2021. Padahal Kementerian Ketenagakerjaan telah mengundang secara patut melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Direktur Kelembagaan dan Pencegahan Perselisihan Hubungan lndustrial. Ada tiga pihak yang diundang, yaitu Pimpinan Perusahaan PT. lndosat, Tbk, Pimpinan Perusahaan PT. lndosat Mega Media (IM2) dan Ketua Umum Serikat Pekerja Indosat Mega Media (SP lM2). Namun Direksi PT Indosat, Tbk justru mangkir tanpa kejelasan. Direksi PT Indosat, Tbk jangan lari dari tanggung jawab!, tegas Sabda Pranawa Djati, SH, Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia, yang turut hadir memenuhi undangan Kementerian Ketenagakerjaan bersama dengan Pengurus Serikat Pekerja Indosat Mega Media (SP IM2).

 

Sabda Pranawa Djati mengungkapkan bahwa kasus yang dialami oleh Indosat M2 tidak bisa dilepaskan dari PT Indosat, Tbk selaku induk perusahaan dan juga pemegang saham mayoritas 99,85% di PT Indosat M2. Terlebih kasus korupsi yang terjadi adalah karena adanya kerja sama penyelenggaraan internet jaringan 3G di frekuensi 2.1 GHz yang dilakukan antara PT Indosat, Tbk dan anak usahanya PT Indosat Mega Media (IM2). Bahkan PT Indosat, Tbk mendapatkan porsi terbesar prosentase bagi hasil dari kerja sama yang kemudian dinyatakan sebagai korupsi korporasi tersebut. Seharusnya PT Indosat, Tbk juga turut bertanggungjawab atas kerugian negara akibat tindakan korupsi tersebut, sebesar Rp 1,3 triliun.

Berdasarkan informasi yang ada, Kejaksaan Agung telah menetapkan Pidana Korporasi ke PT Indosat dan PT Indosat Mega Media (IM2) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan no 01/F.2/Fd.1/01/2013 dan 02/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 03 Januari 2013. Kejaksaan Agung telah menetapkan PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media (IM2) secara bersama-sama sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan frekuensi radio 2.1 GHz. Bahkan mantan Direktur Utama PT Indosat, Tbk juga ditetapkan sebagai tersangka.

 

PT Indosat, Tbk selaku pemilik lisensi frekuensi 2.1 GHz adalah penyelenggara jaringan yang telah bekerja sama dengan PT Indosat Mega Media (IM2) selaku penyelenggara jasa untuk menyediakan jasa telekomunikasi berupa layanan internet bagi masyarakat.

 

Sabda mengungkapkan para pekerja PT Indosat M2 hanya menuntut keadilan kepada PT Indosat, Tbk, karena dengan dilikuidasinya PT Indosat Mega Media (IM2), maka keberlanjutan pekerjaan dan pembayaran gaji serta hak-hak pekerja menjadi tidak ada kepastian. Tuntutan Serikat Pekerja PT Indosat Mega Media (IM2) adalah pengalihan status hubungan kerja menjadi pekerja tetap di PT Indosat, Tbk, selaku induk perusahaan dan dibayarkannya hak-hak pekerja sebagaimana yang berlaku selama ini.

 

Sabda menduga sikap Direksi PT Indosat, Tbk yang lepas tangan ini adalah modus untuk menghindar dari kewajiban turut serta menanggung kerugian negara. Karena faktanya, aset perusahaan PT Indosat M2 nilainya jauh di bawah kewajiban yang harus dibayarkan kepada negara sebesar Rp 1,3 triliun. Sebagai korporasi yang telah ditetapkan secara bersama-sama sebagai tersangka korupsi, seharusnya PT Indosat, Tbk juga turut disita asetnya, untuk mengganti kerugian negara, tegas Sabda.

 

Kepada Kementerian Ketenagakerjaan, Denny Saputra, selaku Ketua Umum Serikat Pekerja Indosat Mega Media (SP IM2) meminta bantuan perlindungan hukum kepada Menteri Ketenagakerjaan, agar dapat mendesak Direksi PT Indosat, Tbk untuk mengambil alih status hubungan kerja para pekerja PT Indosat Mega Media menjadi pekerja di PT Indosat, Tbk serta membayarkan hak-hak pekerjanya. Kesalahan korporasi jangan dibebankan kepada pekerjanya, tegas Denny.

 

Dalam pertemuan di Kementerian Ketenagakerjaan siang tadi, yang dipimpin langsung oleh Heru Widianto, Direktur Kelembagaan dan Pencegahan Perselisihan Hubungan lndustrial, hanya hadir dari pihak likuidator yang mewakili manajemen PT Indosat Mega Media (IM2). Sedangkan dari Serikat Pekerja Indosat Mega Media (SP IM2) hadir Ketua Umum, Denny Saputra dan beberapa pengurus, yang didampingi Sabda Pranawa Djati, SH dari ASPEK Indonesia.(TM/SPD).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*