
Kuala Lumpur, aspekindonesia.com | (20 Oktober 2025) Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menyampaikan selamat dan sukses kepada Bro Gerard Dwyer dari SDA Australia atas terpilihnya kembali sebagai Presiden UNI Apro Commerce Sector, beserta jajaran kepengurusan baru periode 2025 – 2029. Dalam forum internasional tersebut, ASPEK Indonesia juga menorehkan prestasi dengan M. Rukanda terpilih sebagai anggota Komite UNI Apro Commerce Sector Area II (South East Asia) bersama perwakilan dari Singapura dan Malaysia.
Konferensi yang dibuka oleh Datuk Mohd. Shafie BP Mammal (President UNI MLC Malaysia) dan Gerard Dwyer (President UNI Apro Commerce Sector) turut dihadiri pimpinan UNI Global dan UNI Apro, seperti Bro Stuart Appelbaum, Bro Rajendra Acharya, Sis Ayako Nakata, dan Bro Mathias Bolton.

Partisipasi aktif ASPEK Indonesia dalam 7th UNI Apro Commerce Sector Conference, yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2025 di Hotel Federal, Kuala Lumpur, menjadi wujud nyata komitmen memperkuat gerakan serikat pekerja lintas negara. Konferensi bertema “Rising Together for Justice as Essential Workers” ini menegaskan pentingnya solidaritas global dalam menghadapi tantangan digitalisasi, transformasi industri, dan perubahan hubungan kerja di sektor commerce.
“Tidak ada satu serikat pun yang mampu berdiri sendiri menghadapi kekuatan modal dan digitalisasi. Demokrasi dan kebebasan berserikat adalah fondasi solidaritas kita bersama,”_ tegas M. Rukanda dalam sesi adopsi UNI Apro Commerce Workers Rising Together Action Plan.

Dalam sesi laporan bertajuk “Rising Together for Justice as Essential Workers (2020–2025)”, Tri Asmoko Aripan menegaskan makna solidaritas internasional dan pentingnya memperkuat hak perundingan kolektif.
“Melalui UNI Apro, kami belajar makna sejati solidaritas internasional. Selama masa pandemi dan tahun-tahun setelahnya, kami menerima dukungan dan semangat dari saudara-saudara kami di kawasan Apro khususnya UA ZENSEN Japan. Dukungan itu mengingatkan kami bahwa kekuatan pekerja tidak berhenti di batas negara. Ketika satu serikat berdiri, kita semua berdiri bersama.”
Tri Asmoko juga menegaskan bahwa di tengah perubahan pesat sektor perdagangan dan jasa, fokus serikat pekerja harus tetap jelas dan terarah:
“Untuk membangun hubungan industrial yang konstruktif berdasarkan saling menghormati, untuk melindungi hak berunding kolektif sebagai dasar dari kerja yang layak, dan untuk memperkuat persatuan antarserikat pekerja agar tidak ada pekerja yang tertinggal. ASPEK Indonesia dengan bangga menegaskan kembali komitmennya terhadap misi UNI Apro Commerce untuk bangkit bersama, membela keadilan, dan memastikan bahwa seluruh pekerja esensial diperlakukan dengan martabat dan keadilan.” tutur Tri Asmoko

Sementara dalam sesi “Empowering Commerce Workers Through Transformation”, Sabda Pranawa Djati menyampaikan bahwa digitalisasi dan inovasi di tempat kerja hanya akan bermakna bila melibatkan pekerja secara aktif.
“Transformasi baru akan menjadi kekuatan kalau pekerja dilibatkan dalam prosesnya. Saat serikat pekerja kuat, mereka tidak takut pada perubahan, serikat pekerja justru menjadi bagian yang memimpinnya.” jelas Sabda.

Dalam sesi “Shared Responsibility, Shared Growth, Shared Future”, M. Rukanda menegaskan bahwa persatuan dan demokrasi adalah kunci kekuatan serikat pekerja di era perubahan global:
“Persatuan dalam gerakan serikat pekerja sekarang jauh lebih penting dari sebelumnya. Nggak ada satu serikat pun yang bisa berdiri sendiri menghadapi kekuatan modal, transformasi digital, dan tekanan politik. Tapi kalau kita bersatu lintas sektor, lintas tempat kerja, lintas negara kita jadi kekuatan yang nggak bisa dibungkam.”
Rukanda juga menegaskan sikap prinsipil ASPEK Indonesia:
“ASPEK Indonesia percaya, membela demokrasi berarti membela hak-hak pekerja. Tanpa demokrasi, nggak ada perundingan kolektif. Tanpa kebebasan, nggak ada solidaritas.”
ASPEK Indonesia menyampaikan apresiasi dan rasa syukur dapat berpartisipasi dalam forum internasional ini. Banyak pengalaman berharga yang diperoleh dari perjuangan serikat pekerja sektor commerce di berbagai negara Asia Pasifik.
ASPEK Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat gerakan serikat pekerja sektor commerce di Indonesia, meningkatkan kualitas dan kuantitas organisasi, serta memperluas kerja sama internasional untuk memastikan transformasi dunia kerja selalu berpihak pada kesejahteraan dan martabat manusia.(TM/RS)
